rss

Rabu, April 29, 2009

Penyakit Pada Puyuh & Bagaimana Penanggulangannya

Apablia Anda tertarik atau sedang menggeluti usaha peternakan burung puyuh, Anda harus mewaspadai adanya serangan penyakit yang menyerang burung puyuh tersebut.

Jika tidak cepat ditanggapi akan cepat menginfeksi puyuh yang lain sehingga akan menmbulkan kerugian yang sangat besar.
Berikut ini beberapa penyakit pada burung puyuh dan cara penanggulangannya.

  1. Radang usus (Quail enteritis)
    Penyebab: bakteri anerobik yang membentuk spora dan menyerang usus, timbulnya peradangan pada usus.
    Gejala: puyuh tampak lesu, mata tertutup, bulu kelihatan kusam, kotoran berair dan mengandung asam urat. Pengendalian: memperbaiki tata cara budidaya, serta mengkarantina burung puyuh yang sehat dari puyuh yang telah terinfeksi.

  2. Tetelo (NCD/New Casstle Diseae)
    Gejala: puyuh sulit bernafas, batuk-batuk, bersin, timbul bunyi ngorok, lesu, mata ngantuk, sayap terkulasi, kadang berdarah, tinja encer kehijauan yang spesifik adanya gejala "tortikolis"yaitu kepala memutar-mutar tidak menentu dan lumpuh. Pengendalian:
    a. Menjaga kebersihan lingkungan dan peralatan yang tercemar virus.
    b. Bila ada puyuh yang mati segera dibakar untuk memutus siklus penularan penyakit;
    c. Pisahkan ayam yang sakit, mencegah tamu masuk areal peternakan tanpa baju yang mensucihamakan/ steril serta melakukan vaksinasi NCD. Sampai sekarang belum ada obatnya. Menyemprot dengan desinfectan untuk membersihkan peralatan dan kandang.

  3. Berak putih (Pullorum)
    Penyebab: Kuman Salmonella pullorum dan merupakan penyakit menular.
    Gejala: kotoran berwarna putih, nafsu makan hilang, sesak nafas, bulu-bulu mengerut dan sayap lemah menggantung.
    Pengendalian: sama dengan pengendalian penyakit tetelo.

  4. Aspergillosis
    Penyebab: cendawan Aspergillus fumigatus.
    Gejala: pernafasan menjadi terganggu, adanya lapisan putih menyerupai keju yang menyerang mata, mengantuk, berkurangnya nafsu makan puyuh.
    Pengendalian: Kesehatan sanitasi kandang dan lingkungan sekitarnya harus terjaga dengan baik.

  5. Cacingan
    Penyebab: sanitasi yang buruk.
    Gejala: perkembangan lambat, lesu dan lemah.
    Pengendalian: menjaga kebersihan kandang dan kebersihan pakan yang digunakan untuk puyuh.

  6. Berak darah (Coccidiosis)
    Gejala: tinja berdarah dan mencret, nafsu makan kurang, sayap terkulasi, bulu kusam menggigil kedinginan.
    Pengendalian:
    a. Menjaga kebersihan lingkungaan, menjaga litter tetap kering;
    b. Dengan Tetra Chloine Capsule diberikan melalui mulut; Noxal, Trisula Zuco tablet dilarutkan dalam air minum atau sulfaqui moxaline, amprolium, cxaldayocox.

  7. Cacar Unggas (Fowl Pox)
    Penyebab: Poxvirus, menyerang bangsa unggas dari semua umur dan jenis kelamin. Gejala: imbulnya keropeng-keropeng pada kulit yang tidak berbulu, seperti pial, kaki, mulut dan farink yang apabila dilepaskan akan mengeluarkan darah.
    Pengendalian: vaksin dipteria dan mengisolasi kandang atau puyuh yang terinfeksi.

  8. Quail Bronchitis
    Penyebab: Quail bronchitis virus (adenovirus) yang bersifat sangat menular.
    Gejala: puyuh kelihatan lesu, bulu kusam, gemetar, kesulitan bernafas, batuk dan bersin, lendir keluar dari mata dan kadang-kadang dari hidung puyuh serta kadangkala terpuntirnya kepala dan leher puyuh.
    Pengendalian: pemberian pakan yang bergizi dengan sanitasi yang memadai.

  9. Flu Burung (Avian Flu)
    Penyebab : virus , bersifat sangat menular dan mematikan.
    Gejala : puyuh kelihatan lemas, kesulitan bernafas, berlendir, dan cepat meninggal
    Pengendalian : sampai sekarang belum ditemukan secara pasti apa obatnya, yang dilakukan adalah pemusnahan massal apabila sudah ada indikasi terjangkit penyakit ini karena penyakit ni bisa menular pada manusia dan sangat mematikan. Pembersihan alat-alat dan lingkungan kandang dengan penyemprotan desinfectan.

(sumber gambar : www.indonetwork.co.id)

0 komentar:


Poskan Komentar

Silahkan masukan komentar anda, No Porno, No Spam...!