rss

Selasa, Mei 26, 2009

Kiat Sukses Agar Panen Ayam Broiler Anda Berhasil

Tahap akhir dalam pemeliharaan ayam broiler komersial adalah masa pemanenan. Disinilah akan diketahui berhasil dan tidaknya usaha beternak ayam broiler komersial, yakni setelah ayam dipanen semua. Namun banyak sekali permasalahan yang muncul pada periode ini.

Banyak dari peternak ayam broiler komersial mengalami kendala yang diakibatkan karena kurang matangnya mempersiapkan segala sesuatu yang berhubungan dengan aktivitas panen baik sebelum panen, pada saat ayam dipanen maupun pascapanen ayam broiler komersial.

Tips berikut dapat dijadikan patokan untuk mengatasi permasalahan-permasalahan yang sering terjadi pada masa-masa tersebut sehingga aktivitas pemanenen dapat berjalan lancar.

Aktivitas Sebelum Panen

Buatlah jadwal kandang yang akan dipanen sesuai dengan ukuran berat ayam dan letak kandang. Hal ini merupakan langkah awal matangnya persiapan sebelum ayam dipanen. Jangan lupa juga untuk mempersiapkan tim tangkap sesuai dengan kebutuhan.

Persiapkan peralatan panen seperti timbangan, alat tulis, surat jalan, nota timbangan, tali rafia, keranjang ayam, dan lampu senter. Kemudian buatlah laporan stok ayam dan mengambil sampel dahulu untuk ditimbang, sehingga saat dipanen akan sesuai dengan ukuran yang telah dilaporkan.

Jangan memberi pakan secara penuh pada ayam yang akan dipanen, agar sisa pakan dalam tempat pakan tidak banyak. Pemberian vitamin pada ayam yang akan dipanen diperbolehkan namun jangan memberikan antibiotik.

Kondisi ayam yang dipanen harus bebas dari antibiotik minimum 5-14 hari sebelum panen, tergantung dari jenis antibiotik yang dipakai. Sedangkan pemberian antibiotik hanya akan memacu kerja organ tubuh menjadi berat sehingga ayam tidak akan tahan terhadap stres fisik yang berat.

Yang Harus Diperhatikan Saat Memanen

Agar suasana kerja saat memanen ayam menjadi nyaman, gantung tempat pakan dan minum sehingga tidak banyak pakan dan air minum yang tumpah saat ayam dipanen, terutama saat proses penyekatan ayam.

Pada proses penyekatan ayam lakukanlah secara bertahap agar ayam yang dipanen tidak lumpuh karena lemas. Hal ini sangat perlu dilakukan karena dapat berakibat ayam mati menumpuk (over lapping)

Jangan menangkap ayam secara kasar karena bisa menyebabkan memar, tulang sayap dan kaki patah bahkan bisa menyebabkan ayam mati karena stres. Habiskan ayam dalam satu seketan, jangan pergunakan sistem tangkap pilih untuk menangkap ayam saat memanen.

Gunakanlah timbangan untuk menimbang ayam dan pekerjakan orang yang sudah terlatih dalam menimbang ayam. Sebelum melakukan penimbangan sebaiknya timbangan ditera terlebih dahulu untuk mencegah terjadinya kesalahan sehingga dapat merugikan peternak sendiri.

Penimbangan pada waktu matahari terik yakni sekitar jam 12-2 siang akan menyebabkan tingkat stres ayam memuncak sehingga banyak ayam yang lemas bahkan mati, karena itulah sebaiknya hindari hal tersebut.

Pada saat memasukkan ayam yang akan ditimbang ke dalam keranjang lakukan secara cermat dan tidak kasar, hal ini untuk mengurangi resiko banyaknya ayam yang diapkir akibat sayap atau kaki yang patah sehingga peternak tidak rugi.

Catatlah semua hal dari awal seperti jumlah ayam yang ditangkap dan akan ditimbang juga catatlah hasil penimbangan sehingga data yang dihasilkan akan akurat. Lakukan cek ulang setelah penangkapan selesai juga terhadap hasil data timbangan yang telah didapatkan.

Karena jika satu timbangan saja terlewatkan karena faktor kelalaian, kerugian yang diderita peternak setara dengan 8-15 ekor ayam. Maka dari itu, konsentrasi yang tinggi saat menjalankan aktivitas pemanenan perlu diperhatikan.

Setelah semua data benar dan sesuai dengan surat jalan penangkapan, barulah kendaraan pengangkut ayam boleh diizinkan keluar meninggalkan lokasi.

Kegiatan Pascapanen

Pada saat pascapanen kesalahan yang sering dilakukan oleh para peternak ayam broiler komersial adalah tidak mengumpulkan semua peralatan kandang dan sesegera mungkin membersihkannya.

Selain hal tersebut aktivitas pascapanen yang dilakukan adalah menimbang pakan yang tersisa dan mencatatnya serta menghitung total ayam dan total berat ayam yang dijual, serta melakukan evaluasi perhitungan prestasi produksi ayam.

Buatlah laporan mengenai data hasil panen dengan hati-hati agar tidak terjadi kesalahan pada pencatatan data akhir. Hal ini berpengaruh terhadap penentuan kebijakan karena laporan yang up to date dan akurat dapat menghindari hal-hal yang tidak diinginkan seperti kecuranngan selama satu siklus pemeliharaan.

Memilih Ayam Siap Panen

Dibawah ini adalah beberapa ciri ayam broiler komersial berkualitas yang siap dipanen :

  1. Ayam dalam kondisi aktif, lincah, mata dan muka cerah (tidak mengantuk) serta bebas dari penyakit.
  2. Berat badan sesuai dengan umur (standar) dan seragam.
  3. Nafsu makan dan minum baik.
  4. Bulu cerah berminyak, tidak kusam dan tidak berdiri.
  5. Bentuk tubuh ayam normal dan proposional, berdiri tegak dengan kaki yang kokoh, serta tidak ada luka ditubuhnya.
  6. Sayap tidak jatuh dan posisi kepala terangkat dengan baik.
  7. Tidak terdengar gejala napas bersuara (ngorok) atau batuk.
  8. Anus bersih dan tidak ada kotoran.

(sumber gambar : img300.imageshack.us)

1 komentar:

septa on 22 Oktober 2011 06.35 mengatakan...

Saya suka makan daging ayam. Apakan berbeda antara rasa daging ayam boiler dengan ayam kampung biasa? Saya penasaran juga ingin menikmati rasanya, hehe. Nice info, ditunggu info berikutnya, trims ^_^

Berkunjung juga ke :
wowmantep.blogspot.com


Poskan Komentar

Silahkan masukan komentar anda, No Porno, No Spam...!