rss

Senin, Mei 04, 2009

Teknik Pemupukan Kolam Yang Efektif & Efisien

Banyak dari para petani ikan di Indonesia tidak mengetahui bagaimana sebenarnya pemupukan yang baik, efisien dan efektif.

Padahal, jika kita melakukannya dengan benar, pemupukan merupakan salah satu cara membuat pakan alami yang sangat dibutuhkan oleh benih ikan apapun.

Pemupukan kolam tersebut dapat membuat benih atau bibit ikan yang kita tebar bisa tumbuh dengan cepat dan sehat.

Akan tetapi perlu diingat, pemupukan kolam hanya dilakukan apabila kolam yang bersumber air dalam kondisi tidak subur. Untuk air yang sudah subur, pemupukan tidak perlu karena pakan alami akan tumbuh sendiri.

Bahkan pemupukan pada kolam yang sudah subur bisa berakibat fatal. Tahapannya juga sederhana, terdiri dari pengeringan, pra pemupukan dan pemupukan. Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut :

TAHAP PENGERINGAN

  1. Kolam dikuras dan tanah dasar kolam dicangkul.
  2. Kolam dikeringkan sampai permukaan dasar kolam retak-retak atau dikeringkan selama 1 minggu.
  3. Jika musim hujan dan tanah tidak bisa kering, dibuat becek atau dengan ketinggian air 10 cm dan diberi saponin atau marshall.

TAHAP PRA PEMUPUKAN

  1. Sebelum dialiri air, shelter (jika diperlukan) sudah dipasang terlebih dahulu.
  2. Isi air hingga kedalaman 50 cm, kemudian semua pintu saluran air ditutup supaya tidak ada aliran keluar masuk air ke dalam kolam.
  3. Chek kualitas air : PH kurang dari 7 maka kolam perlu diberi dengan kapur dolomit. Pada pagi hari (jam 6) cek DO jika kurang dari 4 ppm jgn diberi pupuk dulu, kolam diaerasi terlebih dahulu sampai DO mencapai 4 ppm. Cek alkalinitas jika kurang dari < 20 mg/L maka perlu pengapuran terlebih dahulu sampai minimal 50 mg/L. Jika air berlumpur, jangan dilakukan pemupukan terlebih dahulu. Biarkan lumpur mengendap baru diberi pupuk. Cek suhu pada air jika < 180C jangan diberi pupuk dulu biarkan suhu air naik sampai dengan 180C. Cek dengan secchi disk, jika menunjukkan angka kurang lebih 25 cm, maka air tidak perlu pemupukan karena air sudah ada pertumbuhan plankton yang memadai.

TAHAP PEMUPUKAN

  1. Obyek yang menjadi tujuan pemupukan adalah air sebagai media hidup plankton bukan tanah.
  2. Jenis pupuk yang dipakai adalah pupuk buatan yang banyak mengandung phospor dan nitrogen (untuk kolam yang baru akan dipakai).
  3. Pupuk organik kurang baik untuk pemupukan karena mempunyai efek samping menghasilkan alga (lumut) yang berlebihan yang akan mengurangi kadar DO dalam air juga menghalangi sinar matahari untuk pertumbuhan plankton.
  4. Pemakain pupuk pada kolam bervariasi tergantung dari pupuk yang kita pakai. Disarankan untuk memakai pupuk jenis powder jika terjadi kelangkaan pupuk bisa memakai pupuk bentuk lain.
  5. Pupuk yang berbentuk bubuk (powder) pemakainnya dengan cara menaburkannya pada seluruh areal permukaan kolam. Karena pupuk tipe ini mampu larut dalam air secara cepat sehingga pupuk tersebut sudah larut sebelum mencapai dasar kolam.
  6. Pupuk yang berbentuk cair. Pemakainnya dengan cara mencampurkan terlebih dahulu dengan air sebelum dimasukkan kedalam kolam. Komposisi antara pupuk cair dengan air adalah 1 : 10.
  7. Pupuk yang berbentuk butiran yang besar. Pemakainnya adalah dengan melarutkan dalam air terlebih dahulu sebelum dimasukkan kedalam kolam. Jika pupuk jenis ini langsung dimasukkan ke dalam kolam maka butiran ini tidak akan larut dalam air dan mengendap di dasar kolam sehingga tujuan pemupukan tidak optimal.
  8. Komposisi pupuk yang harus diberikan dalam kolam tanah adalah sebagai berikut :

  9. NOHARIJUMLAH PUPUK YANG DIBERIKAN / HA
    1.120 kg
    2.810 kg
    3.14*10 kg ( * jika diperlukan )
    4.21*10 kg ( * jika diperlukan )

  10. Setelah seminggu dari pemupukan, dicek pertumbuhan plankton dengan secchi disk jika menunjukkan angka diatas 40 cm maka pemupukan dilanjutkan, jika menunjukkan angka kurang dari 23 cm maka pemupukan dihentikan.
  11. Cek Ph air pada jam 1 siang jika menunjukkan angka 9,5 pemupukan dihentikan.
  12. Cek DO jika dibawah 4 ppm pemupukan dihentikan.
  13. Jika melakukan penambahan pemupukan bukan dengan menambah dosis pemupukan tetapi dengan lebih sering jadwal pemberian pupuknya.
  14. Jika pertumbuhan plankton sudah cukup air ditambah sampai penuh dan biarkan selama seminggu.
  15. Cek kualitas air dan harus sesuai dengan parameter sebelum penebaran bibit.

(sumber gambar : ruly.blogdetik.com)

1 komentar:

syanur on 20 Juli 2013 06.34 mengatakan...

Dalam pemupukan kolam, setelah dikeringkan apakah tanah tidak dicangkuli dulu biar tidak padat. Atau secara alami tanah akan gembur sendiri setelah diberi pupuk. Mhn penjelasannya, mksh


Poskan Komentar

Silahkan masukan komentar anda, No Porno, No Spam...!