rss

Jumat, Mei 01, 2009

Tiga Hal Yang Harus Dilakukan Pasca Panen LAT

Proses akhir dari setiap siklus produksi budidaya lobster air tawar adalah tahap pasca panen.

Ada 3 proses yang menjadi bagian dari tahap pasca panen ini, diantaranya adalah proses sorting, proses salt dipping dan yang terakhir adalah proses purging.

Ketiga proses ini harus selalu dilaksanakan dengan tujuan untuk mengembalikan lobster kepada cita rasa alaminya, mendapatkan lobster air tawar dengan kualitas terbaik dan yang terakhir adalah meningkatkan harga jual lobster air tawar itu sendiri.

Berikut ini adalah penjelasan mengenai masing–masing proses pasca panen lobster air tawar tersebut di atas :
  1. Sorting
    Adalah kegiatan pemilahan yang dilakukan terhadap lobster air tawar berdasarkan kepada parameter tertentu, seperti : kelengkapan organ tubuh, kebersihan tubuh, kesehatan, jenis kelamin dan yang terakhir adalah ukuran (panjang dan berat). Alat bantu kerja yang umum digunakan pada tahap ini adalah grading bar, penggaris dan timbangan.

  2. Salt dipping
    Adalah kegiatan pembersihan lobster air tawar dari berbagai macam bakteri eksternal yang menempel di tubuh luar lobster air tawar. Yang dilakukan adalah mencelupkan lobster air tawar ke dalam air (liter) garam tanpa yodium dengan dosis tertentu (ppm) dan dalam jangka waktu tertentu (detik). Alat bantu kerja yang umum digunakan pada tahap ini adalah ember, jaring ikan, sendok teh, penghitung waktu (jam atau stopwatch) dan timbangan.

  3. Purging
    Adalah kegiatan pembersihan lobster air tawar dari berbagai macam kotoran eksternal (lumpur) maupun internal. Dalam waktu bersamaan, lobster dipuasakan selama beberapa (1 – 2) hari. Tindakan ini harus dilakukan terutama apabila wadah pemeliharaan yang digunakan berupa kolam tanah.

Pada umumnya, lobster air tawar yang diperjualbelikan di Indonesia adalah lobster air tawar yang masih dalam keadaan hidup (minimal ketika lobster air tawar diterima oleh pihak pembeli).

Nah, salah satu resiko dari tidak dilakukannya ketiga proses tersebut diatas adalah angka kematian yang tinggi dimana peristiwa itu terjadi selama dalam masa pengiriman dari pihak penjual ke pihak pembeli.

Akibatnya, pihak pembeli tidak akan mau membayar lobster yang sudah mati dan dengan demikian pihak penjual akan mengalami kerugian material sekaligus menanggung resiko ditinggalkan oleh pihak pembeli. Jadi, apabila kolam anda kolam tanah, lakukanlah hal tersebut diatas !!!

(sumber gambar : www2.dpi.qld.gov.au)

0 komentar:


Poskan Komentar

Silahkan masukan komentar anda, No Porno, No Spam...!